Untuk mengetahui hubungan antara e-business dengan e-governent, e-commerce, e-learning dapat diperoleh dengan cara memfilter istilah-istilah tersebut menggunakan definisi e-business yang telah ditetapkan sebelumnya. Arti istilah-istilah tersebut perlu diketahuiterlebih dahulu, kemudian melihat kesesuaian antara definisinya dengan definisi e-business.
A. PENGERTIAN E-LEARNING
E-Learning atau Electronic Learning adalah cara pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan teknologi internet. Elearning memungkinkan pelajar untuk belajar melalui komputer tanpa harus pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas.
Sistem elearning pertama kali digunakan dalam pendidikan pada tahun 2003/2005. dimana ada dua sistem elearning..
1. Computer Based Learning, sistem ini ditekankan pada komputer sebagai alat untuk mengakses.
2. Computer Supported Collaborative Learning, inovasi terbaru dalam sistem pembelajaran elearning dan lebih dikelan dengan elearning 2.0 dimana menekankan bahwa nformasi dapat diakses secara bebas dan dapat dibagi dengan pengguna lainnya .
B. TEKNOLOGI PENDUKUNG E-LEARNING
e-learning memerlukan bantuan teknologi bantuan dalam perkembangannya.
1. Computer Based Learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer.
2. Computer Assited Learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
Setelah teknologi pembelajaran terus berkembang, namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
a.Technology Based Learning
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari:
-Audio Information Technologies (radio, audio, tape, voice mail telephone)
-Video Information Technologies (video tape, video text, video messaging)
b. Teknologi Bases Web Learning
Pada dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, internet, e-mail, tele-collaboration)
c. Cara Penyampaian atau Pemberian Pembelajaran.
Pada dasarnya cara penyampaian atau cara pemberian (delivery system) dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
e-learning memerlukan bantuan teknologi bantuan dalam perkembangannya.
1. Computer Based Learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer.
2. Computer Assited Learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
Setelah teknologi pembelajaran terus berkembang, namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
a.Technology Based Learning
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari:
-Audio Information Technologies (radio, audio, tape, voice mail telephone)
-Video Information Technologies (video tape, video text, video messaging)
b. Teknologi Bases Web Learning
Pada dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, internet, e-mail, tele-collaboration)
c. Cara Penyampaian atau Pemberian Pembelajaran.
Pada dasarnya cara penyampaian atau cara pemberian (delivery system) dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. One way communication (komunikasi satu arah).
2. Two way communication (komunikasi dua arah).
Komunikasi atau interaksi antara guru dan murid memang sebaiknya melalui
sistem dua arah. Dalam e-learning, sistem dua arah ini juga bisa
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1. Dilaksanakan melalui cara langsung (synchronous). Artinya pada saat
instruktur memberikan pelajaran, murid dapat langsung mendengarkan.
2. Dilaksanakan melalaui cara tidak langsung (a-synchronous). Misalnya
pesan dari instruktur direkam dahulu sebelum digunakan.
Karakteristik e-learning ini antara lain adalah:
• Memanfaatkan jasa teknologi
elektronik. Dimana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama
guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh
hal-hal yang protokoler.
• Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
• Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials)
disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan
di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
• Memanfaatkan jadual pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan
hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat
di komputer.
A. PENGERTIAN E-BUSINESS
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.
Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa.
Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business, karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi.
7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.
Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa.
Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business, karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi.
7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business
- Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang
fokus dari masing-masing manajer produk.
- Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa
teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.
- Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan
agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
- Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang
paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan
melalui e-mail atas dasar persetujuan.
- Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi
atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan
yang informatif.
- Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara
online.
- Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli
atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi
langsung.
B. Model E-Business
1. Portal.
2. E-tailer.
3. Lelang.
4. Barter.
5. Penyedia Konten.
6. Komunitas.
7. Afiliasi8. Broker transaksi
C. Manfaat E-Business
Bagi Perusahaan
- Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global,
sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih
pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai
paling cocok.
- Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan
mengakses informasi berbasis kertas (paperbased information).
- Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat
terspesialisasi.Contohnya: www.dogtoys.com, www.cattoys.com, dan
www.pawprintbooks.com
- Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi
manajemen rantai nilai bertipe “pull”, yang prosesnya berawal dari pesanan
pelanggan dan menggunakan pemanufakturan just-intime (JIT).
- Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap
produk dan jasanya.
- Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
- Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses
bisnis.
- Menekan biaya telekomunikasi.
Bagi Customer
- Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya
setiap saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.
- Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada
pelanggan.
- Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih
murah, karena konsumen bias berbelanja di banyak tempat dan melakukan
perbandingan secara cepat.
- Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi, e-business
memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-time.
- Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.
- Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam
electronic communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.
- Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi
pelanggan.
Bagi Masyarakat Luas
- Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang
bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa
berkurang.
- Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga
bias terjangkau oleh orang yang kurang mampu.
- Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman
menikmati produk dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya,
termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat e-university.
- Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.
- Kesimpulan:
E-Bussiness dan E-Learning memiliki arti yang sama yaitu suatu kegiatan (bisnis) yang dilakukan seseorang atau lebih melalui jasa internet . Yang membedakannya hanyalah, dalam E-Bussiness kegiatan yang dilakukan oleh pebisnis yaitu kegiatan untuk transaksi jual beli barang atau jasa tertentu melalui

Artikel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar